browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Beranda

Sejarah Singkat Karate dan Masuknya di Indonesia

Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri ini sedikit dipengaruhi oleh Seni bela diri Cina kenpō. Karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa dan mulai berkembang di Ryukyu Islands. Seni bela diri ini pertama kali disebut “Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Ketika karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang. Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan’. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).

Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF. Adapun organisasi yang mewadahi Karate seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO – World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat “tanpa kontak langsung”, berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang “kontak langsung”.

Kembali ke sejarah karate, dahulu semua gerakannya ditujukan memang untuk bela diri tanpa harus menggunakan senjata. Namun, seiring perkembangan waktu, karate modern lebih menekankan pada gerakan olah raga untuk kebugaran tubuh. Karate banyak digemari mulai dari kawasan Asia hingga Amerika Serikat.

Di Indonesia sendiri, karate menempati tempat pertama sebagai seni bela diri asing dengan jumlah peminat yang tak sedikit. Memang, keterkaitan sejarah antara Indonesia dan Jepang tak bisa dipisahkan. Meski demikian, sejarah karate masuk ke Indonesia tidaklah dibawa oleh tentara Nippon yang pernah menjajah kita di masa silam. Karate justru dibawa oleh mahasiswa yang pernah menempuh pendidikan di negeri Sakura tersebut.

Sejarah karate masuk di Indonesia dimulai pada tahun 1963 dan tak bisa lepas dari nama beberapa mahasiswa yakni: Baud AD Adikusumo, Mochtar Ruskan, Karianto Djojonegoro dan juga Ottoman Noh. Mereka yang kemudian bekerjasama mendirikan Dojo di kota Jakarta. Aliran yang mereka kembangkan adalah Shoto-kan. Perkembangan selanjutnya, mereka mulai membuat sebuah organisasi resmi karate di Indonesia yang diberi nama dengan Persatuan Olahraga Karate Indonesia atau disingkat PORKI.

Peresmian organisasi ini pada tanggal 10 Maret tahun 1964. Pada perjalanan selanjutnya, karate mulai marak dan berkembang pesat. Bahkan beberapa aliran karate juga mulai tumbuh di Indonesia, misalnya saja Gojukai yang digagas oleh salah satu ex-mahasiswa Jepang bernama Setyo Haryono. Hingga kini, olahraga sekaligus seni bela diri Karate-do telah mengakar dalam kehidupan masyarakat dan menjadi salah satu ilmu bela diri yang banyak dipelajari oleh masyrakat di seluruh dunia.

Graphic1 forki

Yuk mari kita lebih lanjut lagi mengenal karatenya…..

Latihan dasar karate terbagi tiga seperti berikut:
1. Kihon, yaitu latihan tekhnik dasar.
2. Kata, yaitu latihan jurus atau bunga karate.
3. Kumite, yaitu latihan tanding atau sparring

Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya karate yang utama yaitu:
1. Shotokan
2. Goju-Ryu
3. Shito-Ryu
4. Wado-Ryu

Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya Karate yang utama karena turut serta dalam pembentukan JKF dan WKF.
Namun gaya karate yang terkemuka di dunia bukan hanya empat gaya di atas itu saja. Beberapa aliran besar seperti Kyokushin , Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk ke dalam “empat besar WKF”.

Pada zaman sekarang karate juga dapat dibagi menjadi aliran tradisional dan aliran olah raga. Aliran tradisional lebih menekankan aspek bela diri dan teknik tempur sementara aliran olah raga lebih menumpukan teknik-teknik untuk pertandingan olah raga.

Sumber: Wikipedia (diolah berbagai sumber)


Leave a Reply